Penyakit Jantung – Waspadai Sebelum Terlambat

Penyakit jantung – Kesehatan sangat mahal harganya karena apapun akan dilakukan ketika Anda sakit. Apabila Anda sakit betapa mudahnya Anda melakukan berbagai aktivitas. Namun ketika Anda sakit dan tidak melakukan aktivitas apapun maka baru Anda menyadari betapa besar arti kesehatan bagi Anda.

Lalu penyakit apakah yang sering menghantui Anda?

Banyak orang takut akan penyakit jantung karena lebih dari 90% penderita penyakit ini mengalami kematian walaupun banyak obat penyakit jantung. Penyakit jantung terjadi karena oksigen yang menuju ke jantung tidak dapat dipasok dengan optimal sehingga jantung kekurangan darah. Memang gejala ini sulit dideteksi sehingga bagi penderita jarang mengetahui sejak dini apakah dia terkena penyakit jantung.

Gejala Penyakit Jantung

Gejala penyakit jantung hampir sama dengan masuk angin seperti pusing-pusing, mual, keluarnya keringat dingin, penderita merasa lemah dan sesak nafas. Mereka hampir 70% mengganggap bahwa gejala ini hanyalah masuk angin biasa namun lambat laun gejala ini mengakibatkan penyakit jantung yang mengerikan.

Penyakit jantung juga memiliki gejala berupa kondisi fisik mudah lelah dan sesak nafas. Jika Anda mengalami gejala tersebut, segeralah ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Anda dapat mengukur kemampuan Anda dengan melakukan aktifitas sederhana berupa naik tangga atau berjalan dalam jarak yang pendek. Jika Anda merasakan kelelahan, bisa jadi Anda mengalami gejala penyakit jantung.

Jika gejala itu tidak dihiraukan, bisa berakibat fatal dan mungkin menyebabkan kematian mendadak.

Selain itu, karena kapasitas pompa jantung berkurang, darah yang berasal dari paru menumpuk di bilik jantung sebelah kiri. Akibatnya terjadi sesak napas. Awalnya, sesak napas terjadi hanya saat melakukan aktivitas fisik, karena saat itu tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen dan jantung harus berdenyut lebih cepat. Pada tahap selanjutnya, sesak napas terasa bahkan pada saat beristirahat.

Sulit bernafas juga bisa dirasakan saat berbaring mendatar. Untuk mengukur tingkat keparahannya, dokter sering menanyakan berapa banyak bantal yang digunakan untuk mengurangi sesak nafas. Semakin banyak bantal digunakan, semakin parah tingkat sesak nafas yang dialami penderita.

Karena darah dari paru-paru kurang dapat dipompa jantung ke seluruh tubuh, darah menumpuk di pembuluh darah paru dan merembes ke aveoli. Akibatnya, terjadi pembesaran paru atau edema paru (akumulasi cairan di paru-paru). Fungsi paru-paru akan terganggu dan penderita kesulitan bernapas. Penderita akan sering terbatuk-batuk, yang dapat disertai dahak berdarah.

Penumpukan darah juga akan berakibat pada pembesaran pembuluh darah di leher, atau akumulasi cairan di antara paru dan dinding dada, yang disebut efusi pleura. Kondisi ini akan menyebabkan nyeri dada dan sesak napas. Sementara terhambatnya aliran darah di perut menyebabkan pembesaran hati (hepatomegali) dan mungkin limpa (splenomegali).

Hal ini menyebabkan keterbatasan fungsional organ-organ itu. Sering, aliran empedu terhambat sehingga menimbulkan gejala penyakit kuning. Dalam kasus yang parah, retensi cairan terjadi di dalam perut sehingga membusung. Istilah teknis untuk ini adalah ascites. Retensi air juga mungkin terjadi di lengan dan kaki, terutama pergelangan kaki dan tungkai bawah, menyebabkan pembengkakan atau edema di kaki atau tangan. Dokter akan mendiagnosis gagal jantung berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik.

Tes Penunjang

Tes penunjang dibutuhkan untuk mengetahui penyebab dan jenis gagal jantung. Tes-tes tersebut mungkin termasuk :

  • Tes darah
  • Rontgen toraks
  • Elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa sistem listrik jantung
  • Ekhokardiogram untuk melihat ukuran dan bentuk jantung dan seberapa baik memompa
  • Kateterisasi jantung untuk memeriksa jantung dan pembuluh arteri koroner.
  • Tes stress jantung untuk mencari penyakit arteri koroner

Jika penderita penyakit jantung tidak segera berobat maka lama kelamaan otot jantung akan rusak karena kekurangan suplay oksigen dalam darah. Jika otot-otot jantung rusak maka jantung tidak dapat berfungsi optimal dan bisa mengakibatkan kematian pada penderita. Sebelum membeli obat-obatan untuk mengatasi penyakit jantung, langkah awal sebaiknya penderita memeriksakan diri pada dokter ketika mereka merasakan gejala di atas. Setelah didiagnosa menderita penyakit jantung barulah dilakukan pemeriksaan intensif pada dokter ahli, pengobatan yang rutin, dan menerapkan pola hidup sehat.

Baca juga:

Menurunkan Tekanan Darah Jangan Sembarangan, Gunakan 4 Bahan Alami Ini!
Penyakit Sinusitis, Jenis, Gejala dan Cara Mengobatinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *