Benarkah merokok bisa menyebabkan kulit keriput?

Kulit keriput akibat merokok? Ya. Jadi jika Anda perlu alasan lain untuk memotivasi Anda untuk berhenti merokok, tambahkan keriput dini ke dalam daftar.

Merokok dapat mempercepat proses penuaan kulit, intinya merokok dapat memberikan kontribusi terhadap kulit untuk cepat keriput. Perubahan kulit ini dapat terjadi setelah 10 tahun Anda menjadi seorang perokok. Semakin banyak rokok yang Anda rokok, dan semakin lama Anda merokok, kulit akan semakin mengernyit.

Akibat merokok

Dan merokok tidak saja akan menyebabkan keriput pada kulit wajah, lebih dari itu juga dapat menimbulkan kerusakan pada bagian lain dari tubuh Anda, termasuk lengan bagian dalam. So, sebaiknya Anda mencegah sebelum memburuknya kerutan dengan cara berhenti merokok sekarang.

Bagaimana merokok menyebabkan kulit keriput? Nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah di lapisan bagian terluar kulit Anda. Hal ini akan menimbulkan terganggunya aliran darah ke kulit. Jika aliran darah berkurang, kulit Anda tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi penting yang banyak, seperti vitamin A.

Lebih dari 4.000 bahan kimia dalam asap tembakau juga merusak jaringan kolagen dan elastin. Akibatnya, kulit mulai melorot, keriput, dan mengkerut secara prematur karena merokok.

Kandungan bahan kimia pada rokok

Dilansir dari https://rsudza.acehprov.go.id, ada 15 macam zat berbahaya dari 4000 bahan kimia yang terkandung dalam rokok yang bisa anda ketahui:

Acrolein

Acrolein merupakan zat berbentuk cair tidak berwarna yang diperoleh dengan mengambil cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya. Pada dasarnya zat ini mengandung alkohol yang pasti sangat mengganggu kesehatan.

Karbon monoxida;

karbon monoksida merupakan gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika karbon monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Apabila didalam hemoglobin itu terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.

Nikotin;

Nikotin cairan berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat rasa lapar. Jadi menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.

Ammonia;

Amonia merupakan gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh dan kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat pingsan atau koma.

Formic Acid;

Formic Acid merupakan cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan dapat membuat lepuh.

Hidrogen Sianida;

Ciri-ciri hidrogen sianida adalah tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa. Zat ini paling ringan dan mudah terbakar. Cyanide mengandung racun berbahaya dan jika dimasukkan langsung ke dalam tubuh akan berakibat kematian.

Nitrous Oxide;

Nitrous Oxide merupakan gas tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan membuat rasa sakit. Zat ini awalnya adalah untuk zat pembius pada saat operasi.

Formaldehyde;

Formaldehyde dikenal sebagai gas tidak yang berwarna dan berbau tajam. Gas ini bersifat pengawet dan pembasmi hama.

Phenol;

zat ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-zat organik misalnya kayu dan arang. Phenol bisa terikat didalam protein dan menghalangi kerja enzyme.

Acetol;

Acetol merupakan zat ini adalah hasil dari pemanasan aldehyde dan menguap dengan alkohol.

Hidrogen Sulfida;

gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym (zat besi berisi pigmen).

Piridin;

cairan tidak berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.

Methyl Clorida;

merupakan campuran zat-zat bervalensa satu atas mana hidrogen dan karbon sebagai unsur utama. Zat ini merupakan compound organis yang sangat beracun dan uapnya bersifat sama dengan pembius.

Methanol;

cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika diminum dan diisap dapat berakibat pada kebutaan dan kematian.

Tar;

cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapatkan dengan cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Zat inilah yang menyebabkan kanker paru-paru.

Selain itu, paparan berulang terhadap panas dari pembakaran rokok dan ekspresi wajah Anda membuat saat merokok – seperti mengerucutkan bibir Anda saat menghirup dan menyipitkan mata Anda untuk mencegah asap juga dapat mengakibatkan bentuk kulit yang keriput. Demikianlah sekilas pengetahuan mengenai kulit keriput akibat rokok.

Baca juga:
Penyakit Sinusitis, Gajala dan Cara Mengobatinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *